Berita Hukum

PELUANG KERJA SAMA LIPI DENGAN IULI

Rabu, 2016-05-25 oleh :hukum

Sebagai institusi pemerintah yang memfokuskan pada penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sangat mendukung peluang terciptanya kerjasama-kerjasama dengan berbagai institusi baik itu sesama lembaga penelitian, Pemerintah daerah, maupun dengan universitas. “meskipun begitu...”, ucap Nur Tri Aries, Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI (BKHH) yang selalu mengulang-ulang arahan kepala LIPI dalam perintisan kerja sama, “...rencana kerja sama harus disiapkan sejak awal, guna menghindari penandatangan kerja sama yang hanya formalitas di atas kertas, namun tidak ada tindak lanjut setelahnya”, ucap Nur Tri.

Guna menjawab tantangan tersebut, sebelum menyepakati rencana kerja sama, BKHH selalu membentuk tim yang menilai sekaligus melihat peluang sinergi kerja sama apa yang bisa dilakukan dengan satuan kerja yang ada di LIPI. Termasuk inisiasi kerja sama yang datang dari sebuah universtas baru, “International University Liaison Indonesia” (IULI). Universitas ini baru disahkan berdiri tahun 2014, berdasarkan SK DIKTI Nomor 425/E/O/2014.

Dalam rencana pembangunan kerja sama, Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain sebelumnya telah audiensi dengan Ilmah Habibie (anak dari BJ Habibie sekaligus Pendiri IULI) pada 5 April 2016 lalu. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan kunjungan Rektor IULI ke BKHH 18 April 2016 untuk menemukan simpul-simpul kerja sama apa saja yang dapat diwujudkan. Kemudian Sebagai Penguatan, BKHH juga diundang untuk menghadiri Open House IULI pada Sabtu, pekan Lalu agar bisa mengenal IULI lebih dekat.

Untuk menghadiri undangan open house tersebut, BKHH mengutus Tim yang terdiri bagian kerja sama dan bagian hukum yakni Muhammad Akbar dan Adib Hasan.

 

Open House IULI Campus

Kegiatan open house yang berlangsung 14 Mei 2016 di Kampus IULI ini merupakan kegiatan ke-2 setelah sebelumnya melakukan Open House yang sama pada 27 Februari 2016 lalu. Dengan mengangkat tema “Advancing the Potential of the Indonesian Youth to Face Challenge of AFTA”, Ilham Habibie berbicara tentang peran IULI kedepannya dalam menghadapi masyarakat ekonomi regional asean dalam kata sambutannya.

Ilham habibie ingin menyoroti AFTA merupakan tantangan yang besar bagi bangsa Indonesia, sehingga dibutuhkan pendidikan dan kompetensi yang memadai untuk bersaing dengan warga ASEAN lainnya. “pengembangan industri harus melihat peluang pasar domestik Indonesia, baik dari segi geografi dan demografi”, Ilham Habibie menegaskan.

“Indonesia dengan ribuan pulau yang dibatasi oleh laut maka industri yang tepat adalah industri pesawat terbang. Namun pemakaian pesawat terbang baru digunakan oleh 30 % warga Indonesia, dibandingkan dengan Amerika, yang pemakaian pesawatnya hingga tiga kali lipat jumlah warga Amerika”, ucap Ilham Habibie. “ini merupakan peluang yang besar bagi Indonesia saat nanti industri ini maju, maka diperlukan tenaga-tenaga engineer yang banyak dan sumber daya pendukung lainnya. Hal ini yang ditawarkan IULI kepada peserta didiknya”, sambung Ilham dalam mempromosikan IULI.

Open house juga diselingin dengan kegiata video conference bersama Peter Scharrf, Rektor TU-Ilmenau yang membahas seputar mahasiswa Indonesia yang belajar di Jerman dan bagaimana IULI terkoneksi dengan beberapa Universitas ternama di Jerman.

 

BKHH dan IULI

BKHH selalu melihat peluang apa yang dapat dikerjasamakan dengan mitranya. Berdasarkan kesimpulan dari tim, Peluang tersebut dilihat dari fakultas yang ada di IULI yang terdiri dari tiga fakultas, yaitu Faculty of Engineering, Faculty of Life Sciences, dan Faculty of Business and Sosial Sciences. Sehingga peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti oleh Pusat Penelitian di bawah kedeputian Ilmu Pengetahuan Teknik, Ilmu Pengetahuan Hayati, dan Ilmu Pengetahuan dan Kemanusiaan. Tentunya peluang ini juga perlu memperhatikan hal-hal lainnya, seperti kesiapan satuan kerja sendiri dalam hal fokus penelitian, ketersediaan SDM, anggaran dan sebagainya. (.adh)