Berita Hukum

Merespon Penggabungan Ristek dan Dikti, LIPI Kaji Posisi Lembaga Penelitian

Selasa, 2015-02-03 oleh :admin

(Jakarta—Humas LIPI). Dalam merespon perubahan sesuai visi dan misi pemerintahan baru yang ditetapkan Presiden Joko Widodo, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) gelar diskusi “Reposisi,Refokusing, dan Revitalisasi Peran LIPI sebagai Lembaga Penelitian dalam Kabinet Kerja”. Diskusi yang digelar pada Kamis (20/11) di Auditorium Utama LIPI ini ditujukan untuk melihat posisi dan peran LIPI secara kelembagaan untuk membantu presiden sesuai dengan tugas dan fungsinya. Hal ini terutama pasca penggabungan antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

”Tantangan ke depan bagi LIPI semakin berat, semakin tingginya tuntutan kinerja dari para stakeholder terhadap LIPI, membuat LIPI harus semakin nyata memberikan kontribusi bagi bangsa,” ungkap Kepala LIPI, Prof. Iskandar Zulkarnain. Sejak pembentukannya, lanjut Iskandar, LIPI telah banyak mengalami perubahan. ”Namun, LIPI sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) adalah harga mati,” tegas Iskandar.

Dengan bergabungnya Dikti dan Kemenristek, maka keberadaan LPNK di bawah Kementerian Ristek perlu dikaji kembali sifat koordinasinya. Dikatakan oleh Wakil Kepala LIPI, Dr. Akmadi Abbas, M.Eng bahwa LIPI harus melakukan penguatan pelaksanaan fungsi dalam jangka panjang. “LIPI fokus ke scientific dan big research serta menjalin sinkronisasi dengan perguruan tinggi,” imbuhnya.

Prof. Dr. Lukman Hakim selaku peneliti senior LIPI mengemukakan langkah-langkah yang perlu diambil dalam menyikapi perubahan yang berjalan. “Lembaga harus melakukan regrouping kompetensi lembaga penelitian dan pengembangan untuk menghindari agar tidak tumpang tindih,” ungkapnya. Selain itu, lanjut Lukman, LIPI perlu mereposisi kompetensi penelitian dan pengembangan dalam Agenda Riset Nasional dan mendefinisikan kembali penelitian di lembaga penelitian dan penelitian di universitas.

Pertemuan terbatas ini dihadiri oleh pimpinan LIPI, pakar dan professor riset, serta tim ilmiah LIPI. Menutup pertemuan tersebut, Sekretaris Utama LIPI Dr. Siti Nuramaliati Prijono mengungkapkan bahwa ke depan LIPI perlu mengadakan pertemuan dengan Kementerian PAN dan RB untuk memberikan pemahaman pentingnya posisi LIPI sebagai LPNK. ”LIPI harus bekerja lebih keras lagi dalam mewujudkan visi dan misinya,” pungkasnya. (ms)